Sunday, May 22, 2011

Motor Pembakaran Dalam : Bab 7 Motor Diesel

7.1 Pendahuluan

Motor disel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin. Perbedaan tersebut terletak pada sistim penyalaannya.,yang tidak dengan loncatan bunga api listrik. Pada saat langkah isap hanya udara segar saja yang dihisap masuk ke dalam silinder. Pada waktu langkah kompresi dan posisi torak hampir mencapai TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder. Maka terjadilah proses penyalaan untuk membakar bahan bakar ketika udara yang dikompresi didalam silinder (ruang bakar) sudah bertemperatur tinggi dan mencapai temperatur nyala dari bahan bakar tersebut. Temperatur penyalaan bahan bakar tersebut dapat dipenuhi apabila rancangan dari mesin menggunakan perbandingan kompresi yang cukup tinggi, berkisar antara 12 sampai 25. Perbandingan kompresi yang rendah pada umumnya dipergunakan pada motor disel berukuran besar dengan putaran rendah. Sedangkan perbandingan kompresi yang tinggi banyak dipakai pada motor disel berukuran kecil dengan putaran tinggi (± 4000 rpm). Namun demikian, perancang cenderung mempergunakan perbandingan kompresi yang serendah-rendahnya berdasarkan pertimbangan kekuatan material serta berat mesin dan getaran yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, pada umumnya motor disel bekerja dengan perbandingan kompresi antara 14 dan 17.

7.2 Sistem Bahan Bakar

Di dalam sub bab ini akan dibicarakan beberapa sistem penyaluran bahan bakar dari tangki bahan bakar samapai masuk kedalam silinder, yang banyak dipergunakan pada motor disel.

Ada tiga sistem yang banyak dipakai yaitu (Gb. 46, 47, dan 48):

1 Sistem pompa pribadi.

2 Sistem distribusi.

3 Sistem akumulator.

Ketiga sistem ini mempergunakan beberapa komponen yang sama yaitu tangki, beberapa saringan dan pompa (tekanan rendah) penyalur. Karena motor ini termasuk motor injeksi maka saringan bahan bakar (filter) menjadi sangat penting, karena sedikit saja ada kotoran yang ikut masuk kedalam nosel akan dapat menyumbat nosel tersebut.


selengkapnya > download ebook : http://www.ziddu.com/download/15079864/7MotorDiesel.pdf.html

Motor Pembakaran Dalam : Bab 6 Motor Bensin

6.1. Pendahuluan

Motor Bensin : Motor bensin konvensional

Motor bensin injeksi.

Motor karburator campuran bahan bakar dan udara yang dihasilkan oleh karburator dihisap masuk ke dalam silinder oleh torak untuk kemudian dikompresi dan selanjutnya dilakukakan penyalaan.

Motor bensin injeksi, bensin diinjeksikan di saluran hisap sehingga pada saat langkah hisap bensin yang diinjeksikan tersebut masuk kedalam silinder bersama-sama dengan udara.

Kedua sistim tersebut tetap memerlukan busi (spark plug) sebagai pemicu penyalaan campuran bb – udara sehingga motor bensin biasa disebut dengan spark ignition engine.

6.2. Sistim Penyalaan

Untuk menghasilkan loncatan bungan api listrik diantara kedua elektroda busi diperlukan tegangan tinggi. Besarnya tegangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

1. perbandingan campuran bahan bakar – udara

2. kepadatan campuran bahan bakar udara

3. jarak serta bentuk kedua elektroda busi

4. banyaknya molekul campuran bahan bakar – udara yang berada diantara kedua elektroda busi.

5. temparatur campran bahan bakar – udara.

Perbandingan campuran bahan bakar-udara berkisar antara 0,06 s/d 0,12. Untuk menyalakan campuran yang miskin lebih sulit dan memerlukan tegangan yang lebih tinggi dari pada campuran yang kaya. Hubungan antara tegangan penyalaan dengan perbandingan bahan bakar – udara secara kualitatif diperlihatkan pada gambar 32.

selengkapnya > download ebook :
http://www.ziddu.com/download/15079862/6Motorbensin.pdf.html

Tuesday, May 17, 2011

Motor Pembakaran dalam: Bab 1 Pendahuluan

1 Pendahuluan

1.1. Pendahuluan

Salah satu penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor. Mesin kalor adalah mesin yang memanfaatkan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, atau mengubah energi termal menjadi energi mekanik. Energi termal tersebut dapat diperoleh dari : proses pembakaran bahan bakar, reaksi nuklir dan lain-lain.

Ditinjau dari segi cara memperoleh energi termal mesin kalor dikelompokkan menjadi dua yaitu : motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. Pada motor pembakaran luar proses pembakaran terjadi di luar mesin. Misalnya mesin uap, turbin gas dan turbin uap. Sedangkan motor pembakaran dalam (motor bakar) proses pembakaran bahan bakar berlangsung di dalam motor itu sendiri. Jadi gas hasil pembakaran tersebut sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.

1.2. Motor Bakar Torak

Dalam kelompok motor bakar terdapat : motor bakar torak, turbin gas dan mesin jet (propulsi pancar gas). Motor bakar torak biasanya terdiri dari satu atau beberapa silinder yang didalamnya terdapat torak/ piston yang bergerak bolak-balik (translasi). Di dalam silinder tersebut terjadi reaksi pembakaran yaitu proses oksidasi bahan bakar oleh oksigen dari udara. Gas hasil pembakaran bahan bakar tersebut bertekanan dan bertemperatur tinggi sehingga mampu menggerakkan torak yang kemudian dihubungkan ke batang penghubung dan selanjutnya ke poros engkol. Dengan demikian gerak translasi torak dikonversikan menjadi gerak rotasi pada poros engkol.

Pada turbin gas, gas panas dihasilkan pada proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar yang terpisah dengan rotor turbin. Kemudian gas tersebut dialirkan kedalam rotor turbin. Proses perubahan energi termal menjadi energi mekanik berlangsung pada sudu-sudu yang terdapat pada rotor turbin yang bergerak rotasi. Jadi pada sistim ini tidak ada komponen yang bergerak translasi seperti pada motor bakar torak.

selengkapnya > download ebook:

http://www.ziddu.com/download/15018984/1Pendahuluanedit.pdf.html

Tuesday, May 3, 2011

mars on d3mits

semerah darah sebening air mata...
itu semboyan kita...
maju lah ayo maju pantang menyerah..
sebelum kita menang...

junjunglah derajat almamater kita...
d3 Mesin Jaya....!

Motor Pembakaran Dalam : Bab 5 Sistim Pendinginan

5.1. Pendahuluan

Gas pembakaran di dalam silinder dapat mencapai temperatur 5000oR. Proses pembakaran terjadi berulang-ulang sehingga dinding silinder, kepala silinder, torak, katup dan lain-lainnya menjadi panas. Sebagian minyak pelumas terutama yang membasahi dinding silinder akan menguap dan terbakar. Oleh karena itu perlu pendinginan yang cukup agar temperatur kerjanya berada pada batas yang diizinkan yaitu sesuai dengan kekuatan material dan batas-batas kondisi operasi yang baik. Proses pendinginan memerlukan media pendingin baik berupa mianyak pelumas ataupun air.

Perpindahan panas ke fluida pendingin yang terjadi dapat diformulasikan sebagai berikut :

download ebook: http://www.ziddu.com/download/15079861/5SISTIMPENDINGINAN.pdf.html

Tuesday, April 26, 2011